Hati-Hati Jika Kesemutan, Sudah Tahu Cara Periksa Sadari?

Siapa yang tidak merasa ngeri mendengar kata kanker payudara? Penyakit yang dikenal mematikan ini bisa menyerang  perempuan segala usia. Resiko kematian ini sebenarnya bisa dihindari jika segera mendapat tindakan medis. Itulah kenapa kamu perlu mengenali gejala dini kanker. Salah satunya kamu perlu hati-hati jika kesemutan berlebihan di sekitar payudara.

Rasa kesemutan seringkali dianggap sepele. Padahal kesemutan bisa jadi merupakan gejala awal beberapa penyakit termasuk kanker payudara. Kesemutan normal di sekitar bagian payudara akan hilang dengan sendirinya. Namun perlu diwaspadai jika rasa kesemutan ini berlangsung lama.

Pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI adalah cara paling mudah untuk mendeteksi kanker tanpa bantuan alat. Sadari sebaiknya sudah mulai rutin dilakukan sejak usia 20an. Nah, berikut ini langkah langkah untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri yang wajib kamu tahu.

Deteksi Dini Kanker Dengan SADARI

1. Meraba seluruh area payudara saat mandi
Periksa area payudara ketika kamu mandi. Raba seluruh area payudara dengan gerakan melingkar menggunakan tiga jari yaitu jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis. Gerakan melingkar ini mulai dari area luar dekat ketiak hingga ke tengah puting.

Jika ingin memeriksa kondisi salah satu payudara, coba angkat satu tangan ke atas. Tangan satunya digunakan untuk memeriksa payudara dengan gerakan memutar. Telusuri juga bagian sekitar puting, tulang dada, tulang selangka dan ketiak.

Cara ini dilakukan untuk mengenali tekstur payudara dan kondisi puting. Rasakan apakah ada perubahan atau muncul benjolan di area payudara. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan di luar masa menstruasi. Karena normalnya payudara akan mengalami perubahan kepadatan akibat hormon.

2. Mengenal perubahan ukuran payudara
Hati-hati jika kesemutan sering kamu alami di bagian payudara. Coba periksa payudaramu  dengan bantuan cermin. Posisikan kedua tangan lurus ke bawah. Dan perhatikan posisi payudara kanan dan kiri. Secara normal ukuran kedua payudara tidak akan sama persis.

Lalu angkat kedua tangan ke atas hingga ke belakang kepala. Perlahan gerakkan lengan ke depan dan ke belakang. Kemudian tekan kedua tangan pada pinggul. Gerakkan pundak dan siku ke depan sambil mengangkat bahu. Perubahan benjolan akan mudah terlihat dengan cara ini karena otot-otot yang menegang.

3. Periksa payudara dengan berbaring
Cara berikutnya untuk mengetahui gejala dini kanker adalah dengan sadari berbaring. Memeriksa payudara saat berbaring bisa dilakukan rutin sebelum tidur. Pemeriksaan inilah yang harus kamu lakukan secara hati-hati jika kesemutan pada payudara mulai mengganggu.

Pertama, letakkan salah satu tangan di belakang kepala. Tangan yang lain digunakan untuk memeriksa payudara. Gunakan tiga jari utama dan gerakan melingkar di seluruh area ketiak dan payudara. Beri tekanan dengan lembut seperti gerakan memijat, terutama di bagian puting.

Kedua, perhatikan apakah ada benjolan-benjolan abnormal yang terasa. Dan apakah ada cairan yang keluar dari puting. Lalu coba sisir jaringan payudara dari depan ke belakang dengan gerakan vertikal (atas ke bawah). Periksa juga area tulang selangka dan tulang dada.

Perlu diingat bahwa tidak semua benjolan pada payudara adalah sel kanker. Beranikan diri untuk menghubungi dokter jika ada benjolan yang tidak normal selama lebih dari siklus menstruasi. Tak perlu takut untuk melakukan pemeriksaan fisik payudara di klinik atau rumah sakit. Pemeriksaan ini biasanya berupa tes ultrasonografi dan mammogram.

Setiap perempuan sebaiknya berani melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Jangan menunda sadari karena deteksi kanker yang terlambat bisa beresiko lebih buruk pada kesehatan. Perlu berhati-hati jika kesemutan payudara berlangsung cukup lama hanyalah satu dari beberapa gejala dini kanker payudara. Yuk segera lakukan sadari di rumah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Releated

Yuk Kenali Impetigo, Infeksi Kulit Pada Anak

Infeksi kulit pada anak atau yang bisa dikenal dengan impetigo adalah suatu penyakit kulit menular, yang biasanya terjadi pada bayi, balita dan anak-anak. Infeksi kulit ini biasanya menyerang tubuh pada bagian kaki, tangan dan wajah serta ditandai dengan munculnya bercak merah dan lepuhan pada kulit. Untuk mengetahui gejala dan cara pengobatannya, berikut ini akan diulas […]

Yuk Intip Cara Mengatasi Trauma Dari Survivor Kanker

Apa yang terlintas di benak ketika mendengar kata kanker? Penyakit paling mengerikan? Penyakit yang tidak bisa disembuhkan? Atau penyakit yang akan menguras kantong untuk biaya pengobatan? Beragam opini negatif inilah yang menghantui siapapun yang terdiagnosa kanker. Yuk belajar cara mengatasi trauma dari para survivor kanker di Indonesia. Pengobatan kanker memang telah banyak diupayakan. Mulai dari […]