Pengertian Asuransi Syariah Dan Konvensional Yang Harus Anda Tahu

Semakin menjamurnya perusahaan yang bergerak di bidang asuransi semakin banyak pula produk asuransi yang ditawarkan. Setiap produk yang ditawarkan tentunya memiliki keunggulan pada produk yang dikeluarkan. Sebagai calon penguna ada baiknya untuk mengetahui pengertian asuransi syariah dan konvensional. Tidak hanya pengertian namun juga perbedaan antara kedua produk asuransi ini. Berikut ulasannya.

Memahami Perbedaan Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional

1. Pengertian Kedua Produk
Asuransi Konvensional adalah produk asuransi yang mengunakan akad jual beli. Asuransi jenis ini berdasarkan investasi dana dengan mengunakan aturan atau prinsip tertentu. Produk ini mengembangkan misi ekonomi dan juga sosial dimana setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda dengan perusahaan yang lainnya. Asuransi konvensional memiliki banyak jenis seperti kesehatan, pendidikan atau jiwa dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk asuransi syariah merupakan jenis asuransi yang mengedepankan usaha tolong-menolong dan saling melindungi semua anggota asuransi. Usaha tersebut dilakukan melalui investasi dalam bentuk aset dengan akad yang sesuai syariat Islam. Artinya jika terjadi masalah dengan anggota yang lain, maka anggota yang tidak tertimpa kemalangan akan membantu dengan aset yang disepakati begitulah pengertian asuransi syariah dan konvensional.

2. Pengelolaan Risiko
Dalam asuransi syariah semua resiko yang kemungkinan muncul akan ditanggung bersama dengan mengumpulkan tabarru atau dana hibah. Prinsip resiko yang digunakan dalam asuransi syariah adalah sharing of risk yakni resiko ditanggung oleh perusahaan dan juga peserta asuransi. Berbeda dengan asuransi konvensional yang prinsipnya tranfer of risk. Dimana resiko akan dipindahkan oleh peserta pada pihak asuransi.

3. Pengelolaan Dana
Dana pada asuransi konvensional jumlah premi yang harus dibayarkan ditentukan oleh perusahaan dan biaya lainnya ditujukan untuk keuntungan bagi perusahaan itu sendiri. Sementara untuk pengelolaan pada asuransi syariah bersifat transparan. Perusahaan asuransi hanya sebagai pengelola dan tidak mengambil keuntungan sendiri. Namun pihak pemilik polis yang akan menerima banyak keuntungan dari asuransinya.

4. Kepemilikan Dana
Selain mengetahui pengertian asuransi syariah dan konvensional, juga harus mengetahui bagaimana sistem kepemilikan dana kedua asuransi ini. Pada asuransi syariah dana merupakan kepemilikan bersama seperti yang sudah ada pada akad. Perusahaan asuransi syariah hanya sebagai pengelola dan peserta memiliki hak secara mutlak akan dana yang telah dibayarkan. Bahkan peserta bisa mendapatkan keuntungan dari sifat surplusnya.

Berbeda dengan asuransi konvensional dimana semua dana yang dibayarkan oleh peseerta menjadi hak dari perusahaan. Sehingga perusahaan asuransi memiliki wewenang untuk mengelola secara penuh dan mengalokasikan dana yang telah dibayarkan. Sehingga ketika peserta mengalami resiko maka perusahaan berkewajiban untuk memberikan asuransi secara penuh karena perusahaan bisa mengambil keuntungan sebanyak banyaknya.

5. Pengawasan
Pengawasan dalam asuransi syariah dilakukan dengan ketat oleh Dewan Syariah Nasional yang dibentuk secara langsung oleh MUI. DSN harus melakukan pengawasan sesuai dengan prinsip syariah dan hukum yang mengaturnya. Pengawasan pada asuransi konvensional tidak memiliki dewan khusus dan hanya berdasarkan hukum di negara tersebut.Tidak hanya pengertian asuransi syariah dan konvensional saja yang berbeda namun sistem pengawasannya  juga berbeda.

Hingga saat ini memang masih banyak yang belum mengenal asuransi syariah karena produk asuransi ini belum terkenal. Tentunya kedua produk asuransi ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing. Para calon penguna diharapkan untuk cermat dalam memilih produk asuransi yang akan digunakan. Hal ini sebagai salah satu cara untuk menghindari kerugian yang disebabkan kesalahan memilih asuransi yang sesuai dengan kebutuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Releated

Yuk Simak Jenis Asuransi Melahirkan Tanpa Masa Tunggu

Biaya persalinan saat ini tergolong cukup tinggi, apalagi jika persalinan cukup bermasalah sehingga mengharuskan operasi. Hal inilah yang akhirnya mendorong ibu yang sedang hamil untuk mendaftar ke asuransi melahirkan. Sayangnya sebagian besar asuransi tersebut menetapkan waktu tunggu setidaknya 9 bulan, sehingga anda tidak bisa mendapatkan manfaat secara langsung. Berikut ini rekomendasi asuransi melahirkan tanpa masa […]

Ketahui Syarat Melahirkan Normal dengan BPJS 2020

BPJS kesehatan merupakan asuransi yang disediakan oleh pemerintah bagi masyarakat Indonesia dengan harga yang lebih terjangkau. Namun, beredar berita bahwa BPJS tidak bisa digunakan untuk menanggung biaya melahirkan secara normal di rumah sakit. Padahal biaya untuk persalinan terhitung lumayan tinggi. Lalu bagaimana prosedur BPJS kesehatan untuk biaya persalinan. Yuk simak persiapan yang perlu dilakakukan jika […]